-->

Friday, March 21, 2025

Kebun Kepala Masyarakat diparit Danau Toba dan Parit Bengan Desa Gembira Kecamatan Gaung Teredam











RIAUFAKTA.ID, GAUNG - Air sungai meluap menyebabkan kebun kelapa masyarakat di Parit Danau Toba dan Parit Bengan Desa Gembira Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) teredam.

Salah seorang petani kelapa, Ali mengatakan, tingginya air diduga diakibatkan luapan air kanal perusahaan sehingga terjadinya banjir karena sungai Gaung lebih dangkal dari kanal perusahaan.

"Kami menduga tingginya air yang merendam kebun kami ini adanya luapa air kanal perusahaan," kata Ali kepada awak media, Jumat (21/3/2025).

Lebih lanjut Ali mengungkapkan, luapan air di Parit Danau Toba membanjiri lebih kurang 1.600 meter dari bibir sungai ke daratan. Sedangkan Parit Bengang hampir 2.000 meter.

 "Dari bibir sungai ke daratan kurang lebih 2.000 meter, berapa banyak kelapa yang terendam selama 14 hari" ungkapnya.

Akibat luapan air banjir ini mengakibatkan 25 KK di Parit Danau Toba mengalami kerugian ekonomi, sedangkan di Parit Bengang ada 15 KK. Mereka khawatir kebun kelapa dan sawit rusak parah.

"Buah kelapa yang masih muda bisa busuk, sedangkan pohon yang terus terendam bisa mati,” ujarnya dengan nada lirih.

Luapan air sungai ini bukan hanya merusak tanaman, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada hasil panen kelapa. 

Harga kelapa yang sudah tidak stabil semakin diperparah dengan kondisi ini, membuat petani makin sulit untuk mendapatkan penghasilan.

Ali mengimbau dan meminta kepada pihak PT BDL untuk meninggikan tanggul antara kebun masyarakat dengan lahan perusahaan untuk mencegah luapan air kirimkan dari kanal.

"Sejauh ini perusahaan belum ada berbuat dan bertindak melakukan pencegahan, maka dari itu kami minta agar perusahaan meninggikan tanggul mereka," pintanya.

Ali juga berharap adanya perhatian khusus dari Pemkab Inhil untuk mencari solusi atas permasalahan banjir tahunan ini yang terjadi dibeberapa desa di Kabupaten Indragiri Hilir.

Ali mengusulkan ke Pemkab Inhil untuk menekan perusahaan agar merealisasikan pembangunan tanggul atau sistem drainase yang lebih baik agar air tidak mudah menggenangi kebun masyarakat. 

"Tolong carikan solusinya. Kami juga meminta bantuan berupa bibit dan pupuk untuk membantu pemulihan setelah banjir surut ini," jelasnya.

Sebagai informasi, dibeberapa wilayah di Kabupaten Inhil mengalami banjir akibat luapan air sungai. Beberapa lahan perkebunan masyarakat yang berdampingan dengan perusahaan diinformasikan banyak yang tenggenang. 

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapatkan nomor handphone pihak perusahaan untuk mengkonfirmasi upaya apa yang telah dilakukan untuk mencegah luapan air kanal.

Sunday, March 2, 2025

Seorang Remaja Tewas Terbakar dirumahnya saat Main Handphone Sambil Dicas


 








RIAUFAKTA.ID - Remaja bernama Yoga (14) tewas terbakar di rumahnya, di Jalan Lintas Duri-Pekanbaru, Simpang Intan, Desa Tengganu, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Minggu (2/3/25).

Kapolsek Pinggir, Kompol Nursyafniati, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Korban diduga terbakar saat memainkan handphone yang sedang dicas.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pelajar kelas dua SMP itu bermain handphone sambil tiduran di atas kasur. Di bawah tempat tidur itu terdapat satu jeriken berisi bensin.

"Di bawah tempat tidur korban terdapat bensin dalam satu jeriken yang hendak dijual eceran. Ibu korban ini berjualan nasi sekalian menjual bensin eceran," ujar Nursyafniati, Senin (3/3/2025).

Ketika itu, ibu korban, Siti Naisa (54), yang sedang mengobrol dengan warga bernama Listiani Simamora (35) di teras depan rumahnya, mendengar bunyi letupan dari dalam kamar korban. Terdengar teriakan korban memanggil, "Mak!"

Siti langsung berlari ke arah kamar anaknya. Saat pintu dibuka, api sudah membesar dan membakar tubuh korban.

Siti berusaha menolong dengan meraih tangan korban yang sudah terbakar, namun upaya tersebut gagal karena api semakin membesar. "Ibu korban juga mengalami luka bakar pada tangan dan wajahnya," kata Nursyafniati.

Siti segera meminta bantuan kepada warga sekitar. Beberapa warga datang untuk menyiram api, namun api yang semakin besar menyambar dinding rumah yang terbuat dari papan, memperburuk keadaan.

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan anggota Polsek Pinggir tiba di lokasi dan berusaha memadamkan api. Setelah sekitar satu jam berjuang, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api.

Jenazah Yoga ditemukan dalam kondisi terbakar dan dievakuasi ke RSUD Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Tim Polsek Pinggir melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan Yogi, saudara kembar korban yang berada di kamar berbeda ketika kejadian, ia langsung keluar kamar setelah mendengar teriakan korban.

Yogi melihat tubuh Yoga terbakar, berjalan tanpa arah sambil meminta tolong. Ia kemudian keluar rumah untuk meminta bantuan warga.

"Diduga penyebab kebakaran adalah percikan arus listrik di dalam rumah saat korban bermain handphone sambil dicas, ditambah adanya bensin di bawah tempat tidur yang mengakibatkan api cepat membesar," jelas Nursyafniati.

Hingga saat ini, kerugian materiil akibat kebakaran belum dapat dipastikan, mengingat ibu korban masih dalam kondisi trauma dan dibawa ke RSUD Mandau.

Friday, February 28, 2025

Kecelakaan Lalu Lintas, Pengendara Motor Tewas di Tempat dan Satu Luka-Luka


 






RIAUFAKTA.ID, PEKANBARU – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Soekarno-Hatta jalur timur, tepatnya di depan Okinawa Sushi, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, pada Jumat (28/2/25) sekitar pukul 03.00 WIB. Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan dua sepeda motor, yakni Honda Scoopy dengan nomor polisi BM 6842 ABD yang dikendarai oleh Adzan Zuhri (24) dan Honda Beat Street BM 2125 PAF yang dikendarai Fitriani (24).

Kecelakaan terjadi ketika sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai Adzan Zuhri melaju dari arah selatan ke utara dengan melawan arus.

"Saat berada di depan Okinawa Sushi, motor tersebut bertabrakan dengan Honda Beat Street yang dikendarai Fitriani, yang saat itu tengah melaju dari arah utara ke selatan," kata Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Made Juni Artawan.

"Benturan keras menyebabkan Adzan Zuhri mengalami luka serius di bagian kepala, hidung, dan telinga, hingga akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP)," sambung Made.

Sementara itu, Fitriani mengalami luka pada kening dan tangan kanan dan langsung dilarikan ke RS Prima Kota Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan medis.

"Kami masih menyelidiki lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan ini. Namun, dari hasil olah TKP, diketahui bahwa salah satu kendaraan melawan arus yang berujung pada tabrakan frontal," ungkap Made.

Berdasarkan keterangan di lokasi, kondisi jalan saat kejadian terbilang sepi dengan cuaca cerah.

Namun, minimnya penerangan jalan diduga menjadi salah satu faktor yang memperparah kecelakaan.

"Akibat insiden ini, kedua kendaraan mengalami kerusakan parah pada bagian depan, dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp5 juta," tutup Made.

Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan tidak melawan arus demi menghindari kecelakaan serupa di masa mendatang.

Sumber : https://riauaktual.com/news/detail/104393/kecelakaan-maut-di-pekanbaru-pengendara-motor-tewas-di-tempat

Sunday, February 23, 2025

Perampokan Sadis, Seorang Wanita Tewas Bersimbah Darah dirumahnya, Uang Rp 40 Juta dan Emas Raib










RIAUFAKTA.ID - Seorang wanita bernama Lisma Donna Riasta (43) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Dusun Kampung Lintang, Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu (23/2/25) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban diduga menjadi korban perampokan, dengan uang tunai Rp 40 juta dan perhiasan emas yang dilaporkan hilang.

Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja mengungkapkan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Rani (17).

Saat itu, Rani melihat pintu belakang rumah dalam kondisi terbuka dan langsung masuk bersama saksi lain.

"Mereka menemukan korban dalam kondisi terlentang di dapur dengan tubuh kaku dan kepala berlumuran darah," ungkap AKBP Ronald Sumaja.

Di dekat jasad korban, ditemukan sebuah tabung gas LPG 3 kg. Keluarga yang panik segera membawa korban ke RS Aulia, tetapi dokter memastikan bahwa korban sudah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan polisi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan dan kehilangan barang berharga milik korban.

"Anak korban melaporkan bahwa tas berwarna hitam berisi uang tunai sekitar Rp 40 juta serta dua cincin emas yang sebelumnya dikenakan korban telah hilang," terang Kapolres Kampar.

Selain itu, polisi menemukan bekas congkelan pada pintu belakang rumah. Dari temuan ini, pihak berwenang menduga bahwa korban menjadi sasaran tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

"Ada bekas congkelan di pintu belakang. Kami menduga ini adalah kasus perampokan yang menyebabkan korban meninggal dunia," tegas AKBP Ronald Sumaja

Sumber : https://riauaktual.com/news/detail/104257/perampokan-sadis-di-kampar-wanita-tewas-bersimbah-darah-uang-rp-40-juta-dan-emas-raib

Saturday, February 22, 2025

Truk Mitsubishi Mengangkut Pekerja dan Anak-Anak Terjun ke Sungai, 3 Balita Tewas, 12 Orang Hilang


 








RIAUFAKTA.ID, PELALAWAN – Kecelakaan tragis terjadi di Desa Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan pada Sabtu 22 Februari 2025 sekitar pukul 11.00 WIB.

Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel yang mengangkut pekerja dan anak-anak terjun ke Sungai Segati Diduga sopir mengantuk hingga kehilangan kendali

Truk tersebut merupakan kendaraan transportasi tenaga penanaman dan pembibitan akasia PT NWR yang membawa total 32 penumpang.

Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIK mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini mengakibatkan korban jiwa serta beberapa orang masih dalam pencarian

“Kami telah menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban yang masih hilang Tim SAR gabungan dari Polres Pelalawan Basarnas serta Polsek Langgam sudah berada di lokasi untuk membantu proses penyelamatan” ujar Afrizal.

Data korban sementara :

- Meninggal dunia 3 balita
- Hilang 6 balita dan 6 orang dewasa
- Selamat 14 orang dewasa dan 3 anak-anak

Total penumpang 32 orang

Saat ini tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

Sumber : https://riauaktual.com/news/detail/104232/truk-terjun-ke-sungai-di-pelalawan-3-balita-tewas-12-orang-hilang

Monday, February 17, 2025

Digegerkan Penemuan Seorang Ibu Rumah Tangga Meninggal Dalam Kondisi Tergantung dirumahnya










RIAUFAKTA.ID - Warga Kelurahan Labuhbaru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, digegerkan oleh temuan seorang ibu rumah tangga yang meninggal dalam kondisi tergantung di rumahnya di Jalan Sepakat, Selasa (18/2/25) pagi.

Kapolsek Payung Sekaki Iptu Risman Nurhendri mengatakan, korban berinisial V alias Vero (35) diduga meninggal karena bunuh diri. Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh anak korban yang hendak berangkat ke sekolah.

Menurut keterangan polisi, anak korban yang bersiap berangkat sekolah melihat ibunya dalam kondisi tergantung dan segera memberitahu sang ayah. Suami korban yang terbangun langsung melihat istrinya dalam posisi tergantung dengan tali yang disambung kain di lehernya.

"Anaknya yang hendak berangkat sekolah melihat kejadian itu dan memberi tahu ayahnya. Saat suaminya bangun, ia mendapati korban sudah tergantung," ujar Iptu Risman.

Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan identifikasi awal. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan suami korban, mereka masih berkomunikasi hingga larut malam sebelumnya sambil minum teh telur di ruang tamu. Namun, pasangan ini sempat terlibat cekcok, meski permasalahan tersebut diklaim telah terselesaikan sebelum tidur.

"Sang suami mengatakan bahwa semalam mereka masih berbincang dan sempat terjadi sedikit pertengkaran, tapi sudah selesai sebelum tidur," tambah Iptu Risman.

Saat ini, polisi masih menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.**

Saturday, February 8, 2025

Digegerkan Penemuan Seorang Pria di Inhil Tewas Gantung Diri dirumahnya







RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Seorang pria di Desa Simpang Gaung Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.

Korban berinisial S berumur 37 tahun ditemukan sudah tergantung tak bernyawa oleh istrinya pada Sabtu, 08 Februari 2025, sekira Pukul 15.00 WIB.

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora melalui Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Budi Winarko, saat dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa gantung diri tersebut.

"Iya benar," jawab AKP Budi Winarko secara singkat saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Sabtu (8/2/25).

AKP Budi Winarko memaparkan kronologi awal mula korban diketahui sudah gantung diri, berawal pada pukul 15.15 WIB istri korban berinisial F datang untuk melihat korban yang lagi tidur.

"Sampai di kamar atas, istri melihat korban sudah tergantung," paparnya.

Melihat suaminya tergantung, istri korban berteriak memanggil adik korban dan adik korban datang dan menurunkan korban. Selanjutnya Warga berdatangan  untuk menolong.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dari puskesmas Simpang gaung, korban diyatakan sudah meninggal dunia," sambungnya menjelaskan.

Hasil visum sementara, ditemukan bekas jeratan tali pada leher dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

"Adapun penyebab gantung diri diduga karena faktor ekonomi." Tutupnya

Untuk diketahui, korban ditemukan tergantung di dalam kamar di lantai 2 rumah kediaman korban yang beralamat di RT 002 RW 001 Dusun Simpang Luar Desa Simpang Gaung Kecamatan Gaung.

Friday, February 7, 2025

Dua Orang Pencuri Nekat Memecahkan Kaca Mobil Untuk Membawa Kabur Uang Milik Korban Sebesar Rp150 Juta di Jalan M.boya Tembilahan








RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Dua orang pencuri nekat memecahkan kaca mobil untuk membawa kabur uang milik korban sebesar Rp150 juta.

Peristiwa pencurian dengan modus pecah kaca mobil tersebut terjadi di Jalan M Boya Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Pencurian modus pecah kaca tersebut terjadi pada Jumat, (7/2/25), tempat di depan toko Suhaimi di Jalan M Boya Tembilahan.

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora melalui Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Budi Winarko, saat dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa pencurian tersebut.

"Benar, kejadian pencurian dengan pemberatan (pecah kaca_red)," kata AKP Budi Winarko, Jumat (7/2/2025).

AKP Budi Winarko mengungkapkan, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan dengan memeriksa CCTV.

Informasi yang dihimpun awak media, peristiwa pencurian tersebut berawal korban (nama korban belum diketahui) menarik uang tunai sebesar Rp150 juta di Bank.

Setelah menarik uang tunai tersebut, korban singgah di Toko Suhaimi Jalan Tembilahan, dikabarkan korban membeli sesuatu.

Mobil korban yang terparkir di depan Toko Suhaimi tersebut tanpa disadari oleh korban, dibobol oleh seorang pria dengan cara dipecahkan.

Aksi pelaku terekam CCTV toko, tampak pelaku mengenakan topi itu langsung mengambil barang di dalam mobil.

Setelah berhasil mengambil barang di dalam mobil, rekan pelaku yang sudah stanbay di belakang mobil menjemput pria bertopi itu dan langsung kabur.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum mendapatkan keterangan resmi dari korban. Namun awak media berasumsi, korban memang sudah diintai.

Monday, February 3, 2025

Peristiwa Kecelakaan Tabrak Lari dikecamatan Tempuling, 1 Warga Sipil Tewas dan 1 Anggota TNI Alami Luka Berat








RIAUFAKTA.ID, TEMBILAHAN - Peristiwa kecelakaan dijalan lintas Tembilahan – Rengat, Kecamatan Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, pada dini hari, menewaskan 1 orang pria dan 1 lagi mengalami luka berat, Senin (3/01/25) pagi, sekira pukul 5.30 wib.

Dari informasi yang dikumpulkan awak media, korban yang tewas yakni dari warga sipil, dan satunya lagi dari anggota TNI yang dikabarkan saat ini sedang mendapatkan perawatan serius akibat mengalami luka berat.

Dalam unggahan akun medsos anonim, yang di posting pada group Facebook, tampak tangkapan layar CCTV menunjukkan sebuah mobil truk warna merah yang diduga menjadi penyebab terjadi peristiwa kecelakaan tersebut.

“Infokan segera jika melihat, tabrakan lari di Sungai Salak subuh tadi, 1 korban meninggal dunia, 1 lagi di rawat, terima kasih.” Tulis akun anonim dalam postingan.

Spekulasi netizen dalam komentarnya, ada yang menyebutkan bahwa mobil truk warna merah tersebut mengarah ke salah satu jaringan ekspedisi barang angkutan umum. Namun hal itu belum bisa dibuktikan secara pasti.

“Coba cek ke Tembilahan, ini kayaknya ekspedisi,” tulis akun SR di kolom komentar.

Saat dikonfirmasi awak media, Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora, melalui Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Fandri, menjelaskan bahwa peristiwa itu masih dalam proses penyelidikan.

“Kami belum bisa menyimpulkan, kami masih olah TKP melakukan penyelidikan,” ujarnya saat dihubungi via telepon WhatsApp, Senin (3/01/2025) siang.

Terkait kebenaran satu anggota TNI yang mengalami luka berat, Dandim 0314 Inhil melalui Dan Unit Pasi Intel, saat di konfirmasi, membenarkan ada anggota yang mengalami kritis.

“Wa Alaikum salam iya. Yang meninggal org sipil untuk TNI nya kritis,” jawabnya.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, hingga berita ini diterbitkan, awak media masih menunggu data resmi hasil penyelidikan dari petugas Sat Lantas Polres Indragiri Hilir. *

Sunday, February 2, 2025

Peristiwa, Kapal Nelayan Membawa 15 Awak Kandas di Perairan, Dua Orang Tewas


 






RIAUFAKTA.ID - Kapal nelayan yang membawa 15 awak kandas di perairan dekat pulau wisata Jeju, Korea Selatan pada Sabtu (1/2/25). Dua orang tewas yang salah satunya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), dan dua lainnya hilang akibat insiden ini.

Penjaga pantai melaporkan mereka menerima laporan sebuah kapal nelayan seberat 32 ton yang membawa tujuh orang dan kapal seberat 29 ton dengan delapan awak terdampar di bebatuan di perairan sekitar Pulau Jeju pukul 9:24 pagi waktu setempat. Hingga pukul 3 sore waktu setempat, sebanyak 13 awak telah diselamatkan, tetapi dua di antaranya ditemukan tewas. Operasi pencarian masih berlangsung untuk menyelamatkan dua awak lainnya yang hilang.

Di antara korban yang diselamatkan, kapten kapal 32 ton yang berusia 50-an ditemukan dalam kondisi henti jantung dan dibawa ke rumah sakit. Namun, ia kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Seorang awak kapal Indonesia ditemukan sekitar empat jam setelah kecelakaan selama operasi pencarian di sepanjang pantai. Namun, ia juga ditemukan dalam kondisi henti jantung dan kemudian meninggal dunia.

Di antara awak yang diselamatkan, satu orang dipindahkan ke rumah sakit setelah didapati pingsan, tetapi tidak mengalami masalah kesehatan yang serius. Sementara itu, 10 orang lainnya dilaporkan mengalami hipotermia tetapi kasusnya diyakini ringan.

Penjaga pantai turut melaporkan bahwa salah satu anggotanya mengalami cedera di tangan setelah tersapu ombak dan menghantam bebatuan selama operasi penyelamatan. Kapten dari kedua kapal tersebut adalah warga negara Korea Selatan, sedangkan awak kapal lainnya adalah warga asing, termasuk dari Vietnam dan Indonesia.

Pihak berwenang terus melakukan operasi pencarian untuk dua awak kapal yang masih hilang. Namun, cuaca buruk dan gelombang tinggi menghambat upaya penyelamatan.

Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan sembilan kapal patroli Angkatan Laut, satu kapal perang, dan enam kapal sipil, dengan sekitar 100 personel dikerahkan ke daerah pesisir untuk mencari awak yang hilang.

Sebelumnya pada hari itu, Pejabat Presiden Sementara Choi Sang-mok memerintahkan para pejabat untuk mengerahkan semua sumber daya yang tersedia guna menyelamatkan awak kapal. Ia juga menyerukan keselamatan para petugas penyelamat karena kondisi cuaca buruk di laut.

Sumber : https://www.riaumandiri.co/read/detail/120504/nelayan-asal-indonesia-meninggal-dalam-insiden-kapal-kandas-di-jeju

Friday, January 31, 2025

Digegerkan Dengan Penemuan Seorang Pedagang Ikan Asin Yang Meninggal di Dalam Mobil Pick Up, Diduga Akibat Asam Lambung


 







RIAUFAKTA.ID, KUANSING - Seorang pedagang ikan asin bernama Basri (58), warga Desa Koto Ralyk, Dusun Tobek Panjang, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya, Daihatsu Gran Max warna hitam dengan nomor polisi BM 8994 KD, pada Jumat (31/1/25) sekitar pukul 16.00 WIB.

https://www.riaufakta.id/2025/01/digegerkan-dengan-penemuan-seorang.html

Kejadian ini menghebohkan warga sekitar karena korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan sisa muntah di sekitar tubuhnya.

Mobilnya terparkir di badan jalan depan Kedai Nasi Goreng Kiray, Jalur Dua, Jalan Tuanku Tambusai, Desa Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing.

Kasat Reskrim Polres Kuansing, AKP Shilton, mewakili Kapolres Kuansing, AKBP Angga Febrian Herlambang, SIK, SH, mengatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi duduk miring di dalam mobil dengan mesin masih menyala dan kaca pintu sopir terbuka.

Tiga saksi yang melihat kejadian ini adalah Jang Firman (45), pemilik Kedai Nasi Goreng Kiray. Reka Barka (40), warga Desa Siberakun Benai yang bertugas sebagai juru parkir. Zul Indra Purnama (48), adik korban dari Desa Pintu Gobang Kari.

Menurut Jang Firman, mobil korban telah terparkir selama sekitar 30 menit di depan kedainya. Kemudian, saksi mendengar suara mesin mobil di-gas tinggi selama sekitar 10 menit.

Karena curiga, Jang Firman dan Reka Barka mendekati mobil dan melihat sopir di dalamnya dalam kondisi tidak sadarkan diri. Mereka langsung mematikan mesin mobil dan menghubungi pihak Polsek Kuantan Tengah.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Telukkuantan untuk diperiksa lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal akibat serangan penyakit asam lambung tinggi.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Mobil dan barang-barang milik korban juga dalam keadaan lengkap," ujar AKP Shilton, Sabtu (1/2/2025).

Pihak keluarga korban, setelah berkonsultasi dengan aparat desa, memutuskan untuk tidak melakukan autopsi. Jenazah kemudian dibawa pulang dan dimakamkan di Desa Koto Taluk.

Menurut keterangan Zul Indra Purnama, adik korban, Basri baru saja pulang dari berjualan ikan asin di Pasar Muara Lembu, Kecamatan Singingi. Korban memang memiliki riwayat penyakit asam lambung yang sering kambuh.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap penyakit asam lambung yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik.

Sumber : https://riauaktual.com/news/detail/103789/pedagang-ikan-asin-di-kuansing-meninggal-di-dalam-mobil-diduga-akibat-asam-lambung

Digegerkan Dengan Penemuan Seorang Pedagang Ikan Asin Yang Meninggal di Dalam Mobil Pick Up


 







RIAUFAKTA.ID, KUANSING - Warga di sekitar Jalan Proklamasi Jalur Dua, Kota Teluk Kuantan, Kabupaten Kuansing, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal di dalam mobil pick up pada Jumat (31/1/2025) sore.

Korban ditemukan di dalam mobil Daihatsu Grand Max hitam dengan nomor polisi BM 8994 KD, terparkir di depan lapau nasi goreng Kiray, tak jauh dari toko roti Rotte. Warga yang melintas melihat pria tersebut terbaring lunglai, tak bergerak, dengan posisi menyamping ke kiri.

Dari keterangan warga, korban dikenal sebagai Pak Ogah, seorang pedagang ikan asin asal Dusun Tobek Panjang, Koto Taluk, yang sehari-hari berjualan keliling ke berbagai daerah. Saat ditemukan, mobilnya masih berisi barang dagangan, sementara pada pakaiannya terlihat bekas muntahan.

Mendapat laporan dari warga, pihak Polres Kuansing segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat guna pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi resmi mengenai penyebab kematian korban. Namun, kejadian ini mengundang perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong menyaksikan proses evakuasi.

Sumber : https://riauaktual.com/news/detail/103782/pedagang-ikan-asin-ditemukan-meninggal-dalam-mobil-di-teluk-kuantan

Wednesday, January 29, 2025

Kebakaran Hebat Melanda Gudang Minyak Solar, Kerugian diperkirakan Mencapai Rp10 Miliar


 






RIAUFAKTA.ID, PEKANBARU - Kebakaran hebat melanda gudang minyak solar di Jalan Palas Mekar, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, pada Kamis (30/1/25) dini hari.

Api dengan cepat membakar seluruh bangunan, termasuk kantor, mess pekerja, serta beberapa kendaraan. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Lili Suryani, menyampaikan bahwa laporan kebakaran diterima pada pukul 00.23 WIB. Tim pemadam langsung dikerahkan dari Pos 13, 13.01, 13.04, dan 13.06, dengan satu unit mobil rescue serta tujuh unit mobil pemadam kebakaran.

"Petugas tiba di lokasi pukul 00.31 WIB dan segera melakukan pemadaman serta pendinginan untuk mencegah api meluas," ujar Lili dalam laporan tertulis, Kamis (30/1/2025) pagi.

Bangunan yang terbakar memiliki luas total sekitar 5.000 meter persegi. Area depan terdiri dari kantor dan gudang berukuran 10 x 8 meter, sedangkan bagian belakang yang mencakup mess pekerja serta gudang minyak solar memiliki luas 30 x 20 meter.

Selain bangunan, kebakaran juga menghanguskan dua unit truk tangki berkapasitas 10.000 liter dan satu unit colt diesel.

"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden ini," tutup Lili.

Sumber : https://riauaktual.com/news/detail/103747/gudang-solar-di-pekanbaru-terbakar-kerugian-ditaksir-rp10-miliar

Saturday, January 25, 2025

Kabupaten Pelalawan dilanda Banjir Yang Telah Merendam 18 Desa dan Kelurahan, Pemotor dan Kendaraan Kecil Diimbau Cari Jalur Alternatif








RIAUFAKTA.ID, PEKANBARU - Kabupaten Pelalawan, Riau, dilanda banjir yang telah merendam 18 desa dan kelurahan selama sepekan terakhir. Bencana ini dipicu oleh luapan Sungai Kampar akibat curah hujan tinggi.

Kondisi ini mengakibatkan lebih dari 3.537 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 12.000 jiwa terdampak.

Bupati Pelalawan Zukri menjelaskan, banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga merusak fasilitas umum, termasuk 24 unit sekolah. Kondisi ini memaksa kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara.

"Anak-anak terpaksa diliburkan karena sekolah tidak bisa digunakan," ujar Zukri, Sabtu (25/1/25).

Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah mengambil langkah-langkah cepat untuk membantu warga yang terdampak. Posko pengungsian, layanan kesehatan, dan distribusi sembako telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami memastikan kebutuhan pokok terpenuhi, menyediakan tenda pengungsian, dan memberikan pelayanan kesehatan untuk warga," kata Zukri, yang juga turun langsung ke lokasi bencana.

Sebagian warga memilih mengungsi ke posko atau rumah kerabat, tetapi banyak juga yang masih bertahan di rumah mereka meski terendam air setinggi 40 hingga 60 sentimeter. Zukri mengimbau warga yang bertahan untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi bahaya.

Kabar baiknya, genangan air mulai menunjukkan tanda-tanda surut setelah debit air di Bendungan PLTA Koto Panjang menurun dan pintu bendungan ditutup. "Pagi ini air surut sekitar 4 sentimeter," ujarnya.

Pemotor dan Kendaraan Kecil Diimbau Cari Jalur Alternatif

Kasatlantas Polres Pelalawan AKP Enggarani mengatakan, hari ini kedalaman air yang menggenangi jalan tersebut sudah mencapai 50 cm.

Polisi telah memberlakukan sistem buka tutup untuk mengatur kendaraan yang melintas. Langkah ini dilakukan guna mencegah kemacetan panjang dan memastikan keselamatan pengguna jalan.

"Kami terus memantau situasi di lapangan dengan melaksanakan patroli roda dua (R2) secara mobile. Kami juga mengimbau pengendara untuk tidak mengambil lajur kanan dan tetap tertib mengantre," ujar AKP Enggarani, Jumat (24/1).

Kepolisian juga mengimbau para pengendara sepeda motor (R2) dan kendaraan kecil untuk menggunakan jalur alternatif, yakni Jalan Lintas Tengah melalui Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko mogok atau kecelakaan di area yang terdampak banjir.

Untuk memberikan panduan kepada pengguna jalan, petugas telah memasang papan imbauan di titik sebelum dan sesudah lokasi banjir.

"Kami terus mengingatkan pengendara untuk menjaga keselamatan, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan tidak memaksakan diri melintasi genangan air yang dalam," tambahnya.

Sejumlah petugas juga dikerahkan untuk membantu pengendara yang kesulitan melintas, terutama kendaraan yang mogok akibat genangan air. Para pengguna jalan yang hendak melewati Jalintim diimbau untuk memantau informasi terkini terkait kondisi banjir.**

Monday, January 20, 2025

Seorang Pria ditemukan Tewas Gantung Diri dikebun Karet Milik Warga


 





RIAUFAKTA.ID, INHU - Seorang pria ditemukan tewas gantung diri di kebun karet milik warga di Desa Dusun Tua, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Senin (20/1/25) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban diketahui bernama Helhadi Saputra, berusia 26 tahun.

Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si, melalui Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran, SH, membenarkan peristiwa tersebut. Menurut Misran, korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar saat hendak memancing.

"Saksi mencium bau busuk dan mendekati sumber bau. Saat itulah ia menemukan korban dalam kondisi tergantung di pohon karet dengan leher terikat tali nilon," ujar Misran.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Selasa (14/1/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Ayah korban, Efendi, mengungkapkan bahwa anaknya memiliki riwayat pencurian uang dan menggadaikan sepeda motor miliknya beberapa bulan yang lalu.

"Sekitar dua bulan yang lalu, korban pernah hilang selama dua hari karena menggadaikan sepeda motor. Saat itu, Ia mengaku ingin bunuh diri karena selalu menyusahkan orang tuanya namun berhasil kami selamatkan," ungkap Efendi.

Efendi juga menambahkan bahwa anaknya aktif bermain judi online dan diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu. Keluarga mengaku sering mengingatkan korban akan bahaya narkoba, namun korban tetap saja mengulangi perbuatannya.

Hasil pemeriksaan sementara di TKP menunjukkan bahwa korban meninggal akibat jeratan tali nilon di leher. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.***

Sumber : https://www.google.com/amp/s/catatanriau.com/amp/detail/23201/penemuan-jenazah-menggantung-hebohkan-warga-di-dusun-tua-inhu

Saturday, January 18, 2025

Dua Bocah Kakak Beradik ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai disekitar Pelabuhan Kecamatan Pulau Burung


 





RIAUFAKTA.ID, PULAU BURUNG - Dua bocah kakak beradik ditemukan tewas tenggelam di sungai di sekitar Pelabuhan Marina, Desa Pulau Burung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Sabtu (18/1/25) petang.

Kedua korban bernama Rafif SA (6) dan Fikri Nakhila Rafie (10) ini dikabarkan terjatuh saat menunggangi sepeda di sekitar pelabuhan.

"Benar, korban sudah dievakuasi ke Klinik RSUP untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kapolsek Pulau Burung AKP Azwar Alwi.

Dan dari keterangan tenaga medis, lanjut AKP Azwar Alwi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dari keterangan saksi, lanjutnya, korban bermain sepeda menuju arah di dermaga. Kemudian diduga hilang kendali kedua korban pun terjatuh ke sungai.

"Kemudian saksi yang lainnya melihat ada dua bocah mengapung dalam kondisi tak bergerak. Saat dievakuasi ternyata sudah tak bernyawa atau meninggal dunia," ujarnya.

Saat ini kedua korban akan dibawa oleh orang tuanya ke kampung halaman di Kota Palembang, Sumatera Selatan untuk dikebumikan.

"Orang tua sudah ikhlas, korban akan dibawa ke Palembang,"tutup Kapolsek.

Terpisah, Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SIK saat dikonfirmasi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terkait cuaca yang kurang baik saat ini.

"Kepada masyarakat harus selalu waspada, karena cuaca sedang buruk ditambah air pasang. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang dan selalu awasi anak-anak," ucap Kapolres.

Akibat Hujan Deras dan Ombat Kuat Beberapa Permukiman Warga Kecamatan Kateman Rusak







RIAUFAKTA.ID, KUALA SELAT - Akibat  hujan deras, pasang air laut tinggi dan ombak kuat yang menghantam tanggul di wilayah Parit Kosong Selatan, Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, pada Jumat (17/1/25) menyebabkan kerusakan signifikan di permukiman warga. 

Satu rumah roboh, dua rumah rusak berat, dan dua lainnya rusak sedang. Total kerugian dari kerusakan rumah diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Kepala Desa Kuala Selat, Nurjaya, menjelaskan bahwa sebanyak 11 kepala keluarga (KK) terdampak langsung oleh bencana tersebut. Selain kerusakan pada rumah, bencana ini juga merendam 6 hektar lahan produktif dan mengancam sekitar 2.500 hektar lahan lainnya. Total kerugian sementara akibat jebolnya tanggul diperkirakan mencapai Rp400 juta.

“Dampak kerusakan ini cukup parah, terutama bagi warga yang rumahnya hancur. Untuk sementara, kami bergotong royong bersama masyarakat memperbaiki tanggul dengan material seadanya,” ungkap Nurjaya saat dihubungi wartawan pada Sabtu (18/1/25).

Saat ini, kata Nurjaya menambahkan, pihak desa bersama warga telah membangun tanggul pembatas sementara untuk mencegah penyebaran air asin ke wilayah yang lebih luas. Namun, ia menilai langkah ini tidak cukup untuk mencegah terulangnya bencana serupa.

“Kami memerlukan batu pemecah ombak untuk melindungi pemukiman dan lahan masyarakat agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” imbuhnya.

Perubahan ini didasari dengan adanya kesalahan dalam penulisan oleh sipenulis yang sebelumnya menulis Judul "Beberapa Rumah Rusak Akibat Jebolnya Tanggul di Desa Kuala Selat" berubah menjadi "Akibat Hantaman Ombak, Tanggul dan Beberapa Rumah Warga di Kuala Selat Rusak"

Sementara lead berita yang awalnya "Jebolnya tanggul di wilayah Parit Kosong Selatan, Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, pada Jumat (17/1/2025) menyebabkan kerusakan signifikan di permukiman warga," berubah menjadi "Akibat  hujan deras, pasang air laut tinggi dan ombak kuat yang menghantam tanggul di wilayah Parit Kosong Selatan, Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, pada Jumat (17/1/2025) menyebabkan kerusakan signifikan di permukiman warga."


Friday, January 17, 2025

Kondisi Rumah Seorang Warga di Pulau Palas Menuai Perhatian Publik







RIAUFAKTA.ID, PULAU PALAS - Kondisi rumah seorang warga di Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menuai perhatian publik.

Rumah tersebut  terlihat tidak layak huni dengan atap daun yang ambruk dan papan rumah yang sudah lapuk.

Situasi ini mencerminkan betapa memprihatinkan nya keadaan hunian warga di daerah tersebut.

Kondisi rumah yang memprihatinkan ini menjadi viral setelah akun Facebook bernama Peri Yadi membagikan fotonya ke grup Berita Inhil.

Dalam unggahannya, ia berharap agar pemerintah, khususnya Penjabat (Pj) Bupati Inhil dan Anggota DPRD Inhil, segera memberikan perhatian dan bantuan untuk warga tersebut.

“Assalamu’alaikum Mohon Bantuannya Kepada Bapak Pj Bupati Inhil Dengan Anggota DPRD Inhil. 

Ada Rumah Warga Yang Roboh Beralamat di Jalan Inpres, Dusun Sungai Jarum, Desa Pulau Palas,” tulis Peri Yadi dalam unggahannya.

Monday, January 13, 2025

Bikin Kaget! Ular Sanca 5 Meter Ditemukan di Bawah Kandang Ayam


 





RIAUFAKTA.ID - Kemunculan ular di kawasan Cilincing, Jakarta Utara (Jakut) membuat masyarakat kaget. Ular tersebut ditemukan di bawah kandang hewan ternak warga.

"Menurut informasi, sang pelapor melihat ada seekor ular yang berada di bawah kandang ayam milik warga setempat," demikian keterangan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta dalam keterangannya, Selasa (14/1/25).

Warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar) melalui sambungan telepon. Petugas damkar lalu mendatangi lokasi kemunculan ular tersebut di Cakung Drainase RT.03/RW.02, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakut.

Proses evakuasi segera dilakukan oleh petugas penyelamat yang dimulai pukul 07.31 hingga 07.52 WIB.

"Ular sanca sepanjang sekitar 5 meter berhasil dievakuasi petugas," katanya.

Dalam video yang diunggah, tampak ular piton itu dievakuasi dari dalam kandang ayam. Proses evakuasi ular besar yang dilakukan damkar menarik perhatian warga sekitar.

Ular sempat memberontak dengan menggulung badannya. Ular yang telah berhasil dievakuasi akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-7731672/bikin-kaget-ular-sanca-5-meter-ditemukan-di-bawah-kandang-ayam-di-jakut

Pria Aniaya PSK di Aceh Usai Merasa Tarif Tak Sesuai Perjanjian







RIAUFAKTA.ID - Seorang pria di Banda Aceh, RA (27), ditangkap polisi karena diduga menganiaya perempuan diduga pekerja seks komersial (PSK) hingga pingsan. Penganiayaan diduga disebabkan korban meminta bayaran dengan tarif tidak sesuai kesepakatan.

Dilansir detikSumut, Selasa (14/1/25), kasus tersebut bermula saat RA yang bekerja sebagai penjual kopi kemasan di salah satu kios Banda Aceh menghubungi korban pada Sabtu (11/1) malam. Keduanya sepakat berhubungan badan sehingga RA diminta datang ke penginapan di Kuta Alam.

"Setelah berhubungan intim, korban RAH (30) asal Pidie Jaya meminta tarif harga sebesar Rp 800 ribu kepada pelaku RA, namun ia langsung marah dan menjelaskan bahwa tarifnya tidak sesuai dengan chatting-an mereka dan pelaku langsung mencekik leher korban dan membekap mulut korban. Selanjutnya membenturkan kepala korban ke tembok kamar sebanyak dua kali sehingga korban pingsan," kata Kapolsek Kuta Alam AKP Suriya.

Korban disebut baru sadar pada Minggu (12/1). RAH melihat wajahnya bengkak, lebam, serta tanpa mengenakan busana.

Dia meminta bantuan tetangga untuk menghubungi polisi. Setelah itu, RAH dibawa personel Polsek Kuta Alam ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh untuk visum. Polisi kemudian mengamankan RA di Desa Surien pada Senin (13/1) sore.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-7731621/pria-aniaya-psk-di-aceh-usai-merasa-tarif-tak-sesuai-perjanjian

© Copyright 2019 Riaufakta.id | All Right Reserved